Program KB Krama Bali

Sebuah pencapaian kuantitas dengan tetap menjaga kualitas krama Bali

Memiliki banyak anak, tidak selalu beranalogi pada resiko kesehatan keluarga buruk dan kondisi ekonomi keluarga menjadi miskin.

Hal ini dapat dibuktikan pada 2 (dua) ibu yg sdh berkeluarga, ketika dijumpai di saat acara Kunjungan Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, yang bertempat di Banjar Dinas Kayuambua Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni diantaranya
Ibu I.A. Ketut Sriati yg memiliki 12 anak dari Geria Bukit Bangli yg pekerjaannya membuat kapur (pamor), media perlengkapan utk sesajen (banten/porosan).


Begitu juga dengan Ibu I Ketut Muliasih yg memiliki 9 orang anak, yg memiliki Pekerjaan pedagang dari Banjar Dinas Penida Kelod Desa Tembuku.

Kedua Ibu tersebut masih terjaga kesehatannya dan mampu melaksanakan aktivitas sosial ekonominya seperti layaknya masyarakat lainnya.

Hal ini membuktikan bahwa memiliki anak lebih dari 4 dan atau lebih, di era kekinian, tentunya secara langsung dan tidak langsung memiliki refleksi dan wujud sebuah keluarga Bali yg masih memegang tradisi kearifan lokal kebudayaan Bali, sehingga nama Nyoman/Komang dan Ketut tetap bisa dilestarikan dalam konteks menjaga keajegan pendukung kebudayaan, yakni manusia Bali yang eksis di tanah kelahirannya sendiri.

Program KB Krama Bali adalah salah satu implementasi dari visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui pola pembangunan semesta berencana, menuju Bali era baru.
Dalam konteks menjaga alam Bali, krama Bali dan kebudayaan Bali.
Untuk terwujudnya manusia Bali yang unggul dan keluarga yang berkualitas.